Senin, 23 Desember 2019 15:25

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki saat
memberikan sambutan dalam
acara penyerahan sertifikat tanah di
perkebunan Harjasari, Desa Sukawargi,
Kecamatan Cisurupan, Garut, Senin
(23/12/2019).
TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Para petani di Kecamatan Cisurupan, Garut,
yang baru mendapat sertifikat tanah dari Kementerian ATR/BPN dijanjikan
bantuan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).
Pemberian bantuan dilakukan untuk kesejahteraan petani.
Pemberian bantuan dilakukan untuk kesejahteraan petani.
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, yang hadir dalam acara penyerahan sertifikat tanah meminta para petani untuk membentuk koperasi. Pihaknya bersinergi dengan Kementerian ATR/BPN untuk membantu para petani.
"Bentuk koperasi nanti saya bantu. Saya yang isi kegiatan produksinya. Pak Menteri ATR sudah bantu sertifikat tanahnya. Sekarang tinggal produksinya," ujar Teten, Senin (23/12/2019).
"Bentuk koperasi nanti saya bantu. Saya yang isi kegiatan produksinya. Pak Menteri ATR sudah bantu sertifikat tanahnya. Sekarang tinggal produksinya," ujar Teten, Senin (23/12/2019).
Teten meminta kepada para petani untuk menjaga tanahnya. Presiden Jokowi, kata dia, meminta agar tanah yang dibagikan tak dikumpulkan lagi di orang kaya.
"Soalnya (petani) waktu dan tenaga banyak ruginya. Makanya harus mulai menanam produk unggulan. Biar UKM-nya unggul," katanya.
Teten berharap agar para petani tak banyak menanam sayuran. Lebih baik, para petani mencoba menanam yang lain semisal pisang dan kopi.
"Ini kan lahan konservasi juga. Tadi saya lihat ada yang tanam pisang. Bagus tapi belum bisa diperdagangkan ke pasar global," ujarnya.
Ia menyarankan, petani menanam pisang yang banyak dicari pasar. Seperti pisang raja bulu, pisang maskirana dari Lumajang, atau pisang barangan.
"Permintaan (produk pisang) dalam negeri tinggi, apalagi ekspor. Nanti coba akan saya ajak pengusaha holtikultura ke Garut," katanya.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Minta Tanah Tak Dikumpulkan ke Orang Kaya, Menteri KUKM Teten Masduki Ajak Petani Bentuk Koperasi, https://jabar.tribunnews.com/2019/12/23/minta-tanah-tak-dikumpulkan-ke-orang-kaya-menteri-kukm-teten-masduki-ajak-petani-bentuk-koperasi.
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Theofilus Richard
"Soalnya (petani) waktu dan tenaga banyak ruginya. Makanya harus mulai menanam produk unggulan. Biar UKM-nya unggul," katanya.
Teten berharap agar para petani tak banyak menanam sayuran. Lebih baik, para petani mencoba menanam yang lain semisal pisang dan kopi.
"Ini kan lahan konservasi juga. Tadi saya lihat ada yang tanam pisang. Bagus tapi belum bisa diperdagangkan ke pasar global," ujarnya.
Ia menyarankan, petani menanam pisang yang banyak dicari pasar. Seperti pisang raja bulu, pisang maskirana dari Lumajang, atau pisang barangan.
"Permintaan (produk pisang) dalam negeri tinggi, apalagi ekspor. Nanti coba akan saya ajak pengusaha holtikultura ke Garut," katanya.
Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Minta Tanah Tak Dikumpulkan ke Orang Kaya, Menteri KUKM Teten Masduki Ajak Petani Bentuk Koperasi, https://jabar.tribunnews.com/2019/12/23/minta-tanah-tak-dikumpulkan-ke-orang-kaya-menteri-kukm-teten-masduki-ajak-petani-bentuk-koperasi.
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Theofilus Richard




Tidak ada komentar:
Posting Komentar