Pelaku Koperasi dan UKM (KUKM) dibekali strategi bisnis berwaralaba sebagai salah satu upaya perluasan pasar menjelang implementasi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.
Deputi Menteri Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM Emilia Suhaimi mengatakan, pihaknya mendorong KUKM untuk mengetahui peluang dan tantangan bisnis waralaba yang prospektif menjelang MEA.
"Perluasan pasar dan jaringan usaha itu bisa dilakukan melalui berbagai cara, bisnis waralaba jika kita ketahui konsep dan pengembangannya potensial diterapkan menjelang pasar bebas ASEAN," katanya di Jakarta, Kamis (23/10).
Untuk kepentingan itu, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Prof Andrew Terry dari The University of Sydney Australia dan Ir. Burang Riyadi, MBA dari International Franchise Business Management (IFBM) menyelenggarakan Program Bursa Waralaba KUKM di Denpasar Bali, belum lama ini.
Program ini merupakan upaya pemberdayaan KUM KM, dalam rangka pengembangan pemasaran sesuai dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 2007 tentang Waralaba," ujarnya. Dia berharap aplikasi pengembangan kemitraan usaha bagi pelaku KUKM dapat mulai diwujudkan melalui upaya menyelenggarakan kegiatan bursa waralaba tersebut.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar