
Minggu, 15 Desember 2019 /
07:45 WIB
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelesuan ekonomi yang
prediksi bakal berlangsung hingga tahun depan. Di tengah
kelesuan, penguatan jejaring ekonomi masyarakat menjadi penting,
terutama dalam menjamin daya beli masyarakat dan tenaga kerja, Salah
satunya dari keberadaan warung.
Teten Masduki, Menteri Koperasi
dan UKM menyebut, warung-warung yang ada dengan jumlah yang bahkan
jutaan dapat menjadi jaringan distribusi pangan. "Warung-warung yang ada
saat ini, bisa menjadi jaringan distribusi pangan dari Bulog misalnya,
sehingga efektif dalam menjaga inflasi bahan pokok," kata Teten dalam
siaran pers, Sabtu (14/12).
Masalah pembiayaan masih menjadi
kendala UMKM. Oleh karena itu Kementerian Koperasi dan UKM menyiapkan
skim pembiayaan di tiap level. Misalnya warung di level mikro sudah
banyak disediakan pembiayaan mikro seperti Mekaar dan UlaaM,
dari Permodalan Nasional Madani (PNM), lalu dari Pusat Investasi
Pemerintah (PIP) ada pembiayaan Ultra Mikro (UMi).
"Selain itu
juga ada KUR 2020 dengan bunga 6% dan plafon terendah tanpa agunan Rp
50 juta. Juga ada BLU yang sebanyak total Rp 30 triliun di beberapa
Kementerian, termasuk di kami ada LPDB akan membantu pembiayaan bagi
usaha mikro termasuk warung," kata Teten.
Tak hanya pembiayaan, Kemenkop UKM akan mencoba membantu lewat aplikasi. Saat ini sudah banyak perusahaan e-commerce yang
punya ide aplikasi yang memungkinkan warung punya suplai bahan dari
pabrik sehingga dari segi harga bisa bersaing. "Karena banyak warung
mati lantaran tak bisa bersaing dengan ritel modern, baik dari sisi
kenyamaan, barang dijual dan harga," kata dia.
Founder Sahabat
Ekonomi Rakyat (Sahara) dan Ketua Umum Inkowapi Sharmila Yahya mengakui
akses permodalan memang kerap kali menjadi kendala pengembangan warung.
Adanya KUR dengan bunga 6% turut membantu. Namun ia mengingatkan masih
adanya masalah agunan yang menjadi kendala.
"Kami minta
arahannya ke Pak Menkop Teten memungkinkan Inkopwapi sebagai salah satu
penyalur KUR. Karena kalau di bank lebih sulit persyaratannya. Selama
ini kami bekerja sama dengan BNI, jadi Sahara yang mencairkan pinjaman
berupa barang melakukan distribusi ke warung-warung binaan kami," kata
dia.
Di koperasinya, ada dua metode penyaluran bantuan
permodalan. Pertama senilai Rp 50 juta berupa barang dagangan memasok
barang sembako. Kedua senilai Rp 20 juta dengan membantu 50.000 warung
sekitar mencapai Rp 100 miliar dengan biaya administrasi senilai 3%
setahun. Kalau ini bagus akan dilanjutkan ke KUR," katanya.
Guna menunjukan eksistensi warung-warung di Indonesia, maka digelar
Gebyar 10.000 Warung yang diinisiasi komunitas Sahara dan Induk
Koperasi Wanita Indonesia (Inkopwapi), di Lapangan Banteng, Jakarta.
CEO
Sahara Farah Savira mengatakan, dengan mengusung tema Perkuatan
Keagenan dan Permodalan, Gebyar 10.000 warung diharapkan bisa menjadi
ajang silahturahmi bagi warung-warung Sahara yang tersebar di Wilayah
Jabodetabek dan juga beberapa kota di jawa, seperti Brebes dan Rembang.
“Dalam
waktu satu dekade terakhir, perkembangan komunitas Sahara cukup
signifikan. Hingga kini kami mampu membina 10.000 warung," imbuh Farah.
Sumber : https://industri.kontan.co.id/news/selain-pembiayaan-kemenkop-akan-bantu-warung-naik-kelas-lewat-aplikasi




Tidak ada komentar:
Posting Komentar